Home Profil Sejarah

Sejarah

KANTOR IMIGRASI KELAS I JAKARTA PUSAT

Sejarah Singkat Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Setelah adanya penyerahan kedaulatan RI tepatnya tanggal 26 Januari 1950; Instansi Imigrasi dibentuk dengan sebutan Jawatan Imigrasi dibawah Departemen Kehakiman yang beralamat di Jalan Teuku Umar No.1 Menteng, Jakarta Pusat, dimana struktur organisasi jawatan imigrasi meneruskan struktur immigratie dients (dinas imigrasi) produk Hindia Belanda yang lama, sedangkan susunan jawatan imigrasi masih sederhana dan berada dalam koordinasi Menteri Kehakiman, baik operasional-taktis, administratif, maupun organisatoris.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia  Nomor: M.02-PR.07.04 Tahun 1983 tentang Oraganisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Kehakiman Republik Indonesia; pertama kali dibentuknya Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat terletak di Jl. Teuku Umar No.1 Menteng, Jakarta Pusat; sebuah bangunan bertulang beton pertama di Indonesia yang diresmikan pada Tahun 1914 dengan nama Nederland-Indische Kunstring de Batavia (Lingkar Seni Batavia) yang selanjutnya pada sekitar tahun 1999 pindah di area perkantoran Angkasa-Kemayoran, tepatnya di Jl. Blok B12 Nomor 03, Kemayoran, Jakarta Pusat sampai dengan saat ini.

Wilayah Kerja

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991; wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat meliputi wilayah Kota Administratif Jakarta Pusat yang meliputi 8 (delapan) Kecamatan antara lain: Kecamatan Tanah Abang, Menteng, Senen, Johar Baru, Cempaka Putih, Kemayoran, Sawah Besar dan Gambir.


Kondisi Geografis dan Populasi

Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat berjakarak sekitar 28 Km dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, merupakan salah satu Kantor Imigrasi yang memiliki letak yang cukup penting dan strategis, dimana terdapat area protokoler kenegaraan, pusat bisnis maupun pusat pemerintahan. Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat terletak pada koordinat -6.153121, 106.841909; memiliki luas wilayah ± 48,13 Km² dengan jumlah penduduk berdasarkan data statistik Dinas Kependudukan DKI pada tahun 2011 berjumlah 1.123.670 jiwa dengan susunan pemerintahan yang terdiri dari: 8 Kecamatan; 44 Kelurahan; 394 Rukun Warga; 4644 Rukun Tetangga dan 351069 Kepala Keluarga.

Kondisi Bangunan

Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat berdiri dan dibangun diatas tanah seluas  1.900 m2 yang mana bangunannya terdiri dari 5 (lima) lantai. Lantai I dipergunakan untuk ruangan kearsipan, kelistrikan dan mushollah.

Proses Sertifikasi Tanah Kemayoran Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat

Bahwa berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat Nomor : 1074/HP/BPN.31.71/2014 tanggal 08 September 2014 tentang Pemberian Hak Pakai Selama Dipergunakan atas nama : Pemerintahan Republik Indonesia CQ. Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas tanah seluas 1.932 M² terletak di jalan Merpati blok B 12 nomor 3 RT.001/010 Kelurahan Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran Kota Administrasi Jakarta Pusat, dengan demikian Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat yang ditempatkan sejak bulan Pebuari tahun 1999 yang seyogyanya akan habis pada bulan Mei 2015 telah mendapatkan persetujuan pemberian hak pakai selama dipergunakan.

Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat yang sebelumnya beralamat di jalan Teuku Umar nomor 1 Jakarta Pusat adalah gedung Imigrasi peninggalan jaman Belanda merupakan salah satu cagar budaya nasional yang perlu dijaga dan dilestarikan. Berdasarkan kesepakatan antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta maka pada bulan Pebuari tahun 1999 Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dipindahkan ke kawasan Kemayoran Jakarta Pusat sampai dengan bulan Mei 2015 dengan status Hak Pakai. Tanah yang terletak pada kawasan Kemayoran adalah status kepemilikan lahan yang masih bersifat HPL (Hak Pengelolaan) karena tanah tersebut adalah milik Sekretaris Negara (Sekneg) RI.

Apabila Hak Pakai tanah tersebut tidak ditingkatkan statusnya, ada kekhawatiran dikemudian hari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat tidak memiliki hak pakai tanah tersebut, sehingga Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat (Achmad Fauzi) melakukan upaya untuk meningkatkan status tanah tersebut di awal masa kepemimpinannya dan saat ini telah memperoleh hasil dengan terbitnya Keputusan Kepala Kantor Pertanahan tersebut diatas.

Bahan pendaftaran Surat Keputusan tersebut secepatnya akan dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat untuk memperoleh tanda bukti hak (Sertifikat) yang rencananya akan dilakukan dalam acara serah terima secara simbolis oleh Badan Pertanahan Negara Republik Indonesia kepada Direktur Jenderal Imigrasi.

 

Fun Bike Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke 68

Fun Bike Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke 68

Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Sekjen Kemenkumham) Bambang Rantam Sariwanto bersama Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie membuka kegiatan Fun Bike dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi (HBI) Ke- 68 di Halaman Gedu...

Baca selengkapnya...
More:

RAPAT KEPEGAWAIAN KANTOR IMIGRASI KELAS I JAKARTA PUSAT

RAPAT KEPEGAWAIAN KANTOR IMIGRASI KELAS I JAKARTA PUSAT
Kepala Bagian Pembinaan dan Penghargaan Pegawai Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum HAM Muslim Alibar (kiri) memberikan materi dalam rapat tentang manajemen pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Im...
Baca selengkapnya...
More: