Paspor adalah dokumen negara, maka pemegangnya diminta untuk hati-hati  dalam menyimpan dan menjaganya, agar tidak rusak.

  1. Apabila paspor rusak, diminta agar segera melapor ke Kantor Imigrasi dimana pemegang berdomisili untuk meminta penggantian dengan membawa paspor yang rusak tersebut.
  2. Penggantian paspor yang rusak, dilaksanakan setelah melalui Berita Acara Pemeriksaan, dan mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI dalam hal ini Kepala Divisi Keimigrasian.
  3. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian, disertai alasan yang tidak dapat diterima,pemberian paspor dapat ditangguhkan selama 6 (enam) bulan sampai paling lama 2 (dua) tahun.
  4. Apabila paspor rusak di luar negeri, laporlah segera kepada Perwakilan RI di luar negeri.

Hati-hatilah dalam menyimpan dan menjaga paspor anda, Paspor anda dapat dipergunakan oleh orang lain untuk hal hal yang  dapat merugikan anda.

Prosedur Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Paspor Rusak

Persyaratan :

  1. Sesuai syarat-syarat permohonan paspor;
  2. Melampirkan paspor yang rusak.

Proses BAP :

  1. Proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan;
  2. Proses pembuatan Berita Acara Pendapat;
  3. Proses pembuatan surat/rekomendasi ke Kanwil untuk paspor rusak yang masih berlaku;
  4. Maksimal 2 (dua) hari kerja.

Setelah mendapat Surat Rekomendasi dari Kanwil maka dilaksanakan Proses awal pembuatan paspor (sesuai syarat-syarat permohonan paspor sebelumnya maksimal 4 (empat) hari kerja

Pemohon akan dikenakan biaya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku pada Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia .

 

Sesuai dengan Undang Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigraisan Pasal 66 ayat 1, Penggantian paspor dapat dilakukan jika:
- masa berlaku paspor akan/habis berlaku

- halaman penuh

- paspor rusak atau paspor hilang